JAKARTA – Ditengah pandemi covid 19, ironisnya masih saja ada pihak-pihak yang secara sengaja memunculkan kepanikan dengan sengaja menyebarkan pernyataan provokasi.

Seperti halnya menyerang kebijajan pemerintah dengan tujuan mempengaruhi masyarakat agar tidak percaya pada pemerintah.

Dalam hal ini, Aktivis Corong Rakyat Nur Hasanudin pun menyindir kelompok Pro Demokrasi (PRODEM) yang kerap menyerang kebijakan pemerintah di tengah pandemi.

“Provokasi ditengah pandemi justru bukanlah solusi. Provokasi hanya memicu amarah. Tidak ada gunanya mengkritik jika dilandasi dengan kebencian,” tegas Hasan, 7 September 2020.

Menurut dia, posisi Iwan Sumule juga sebagai politisi duduk di DPP Gerindra yang kerap menyerang pemerintah justru patut dipertanyakan. Jika posisinya berada di oposisi, menjadi wajar jika memberikan kritikan kepada pemerintah.

“Jabatannya yang berada di DPP Gerindra notabene sekarang Partainya menjadi Koalisi dengan pemerintah, bahkan Gerindra pun mendapatkan kursi 2 Menteri di Pemerintahan Jokowi jilid II maka Iwan Sumule jangan mendua habitatnya. Seolah-olah kanan kiri dapat, gak jelas jenis kelaminnya. Maka harus diperjelas apakah oposisi atau bukan. Kan masih berstatus di Gerindra. Pilih salah satunya Prodem atau Gerindra, berani tidak ?,” bebernya.

Ia pun berpesan kepada kelompok Prodem yang kerap menyerang pemerintah di tengah Pandemi, dan memprovokasi masyarakat menuntut Jokowi mundur sebagai Presiden supaya intropeksi diri. “Dalam situasi krisis, justru kesempatan bagi kita untuk lebih banyak berbuat kebaikan kepada sesama. Kita semua tidak sempurna, mari bantu negara mengatasi krisis di tengah pandemi,” sarannya.

Kata dia, lebih baik mengajak masyarakat untuk bersama-sama bahu membahu turun tangan membantu masyarakat terdampak Covid 19. Ingat kebaikan tidak bisa ditunda, selama bisa berbuat baik, maka berbuat baiklah.

“Tidak perlu memprovokasi masyarakat yang justru memperburuk situasi. Pesan saya, daripada kalian menjatuhkan pemerintah, lebih baik berbuat melakukan gotong royong mengatasi masalah Pandemi Covid-19,” paparnya.

Dikatakannya, menyampaikan pendapat dimuka umum memang dilindungi oleh UU, namun menjadi tidak elok jika situasi pandemi banyak masyarakat kesusahan justru memprovokasi masyarakat dengan hal-hal negatif yang tidak ada faedahnya. Dukung pemerintah dengan memberikan masukan dan saran konstruktif agar cita-cita Indonesia maju dapat terwujud, maka sebaiknya semua elit politik, kelompok aktivis, para tokoh bersatu padu menciptakan suasana teduh dan iklim politik yang kondusif agar pemerintah dapat bekerja lebih maksimal.

“Apalagi saat ini, negeri ini sedang terkena cobaan Pandemi, kita harus mendukung pemerintah agar bisa segera mengatasi pandemi ini sekaligus melakukan pemulihan ekonomi nasional akibat covid 19. Lupakan semua perbedaan pandangan politik dan perbedaan apapun,” tandasnya.