Rimanews – George Floyd (46), seorang warga Amerika Serikat (AS) berkulit hitam lehernya diinjak menggunakan dengkul oleh anggota Polisi AS berkulit putih, hingga membuatnya kehabisan nafas dan tewas. Kejadian tersebut dipicu saat Floyd diduga melakukan tindakan pidana penipuan dan pemalsuan ketika berbelanja di sebuah toko di kota Minnepolis.

“Tolong, tolong, saya tidak bisa bernapas”, “Aku tidak bisa bernapas. Tolong, lutut di leherku”, “Perutku sakit. Leherku sakit. Tolong, tolong. Aku tidak bisa bernafas” adalah sejumlah kalimat keluh sebelum nafas terakhir Floyd dihembuskan saat petugas Polisi melakukan aksi untuk melumpuhkannya di aspal.

Kejadian tersebut mengundang kemarahan dan reaksi protes besar-besaran warga AS berkulit hitam dijalanan dan menjadi topik hangat di sosial media sampai muncul tagar #BlackLivesMatter dan #JusticeForGeorgeFloyd. Kejadian tersebut pun juga menyita perhatian pada aktivis tanah air agar kejadian serupa tidak terjadi di Indonesia. Makanya, hanya satu kata Katakan Tidak pada Rasisme !!

Aktivis Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Roland Revy menyebut kasus yang saat ini dialami oleh masyarakat Papua ada relevansinya dengan Georde Floyd. Dan ia berharap di Indonesia jangan ada lagi tindakan diskriminasi dan rasis di bumi Papua, agar tidak memicu kemarahan dan aksi demonstrasi besar-besaran di tanah Papua.

“Kami tidak ingin ada tindakan diskriminasi dan rasis. Ketika orang Papua ingin menyelesaikan masalah atau masalah demo, asrama kita malah dikepung,” ucap Roland.

“Kami ingin bersuara untuk Papua, dan negara harus memberikan keadilan pada masyarakat Papua. Hak kebebasan berpendapat dan bersuara seharusnya setara untuk semua orang,” kata dia.

Sementara itu, Jurnalis yang juga Pimred suarapapua.com Arnold Belau berpesan agar rakyat Papua diberikan keadilan seperti rakyat Indonesia lainnya. Dan ia pun meminta agar dibukakan akses jurnalisme dari luar negeri untuk hadir di tanah Papua.

“Kami berharap bisa diberikan akses pemberitaan kepada media internasional untuk meliput di Papua,” tukasnya.