JAKARTA – Jemaah Tarekat Khalwatiyah Samman sepakat untuk menunda kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj 1441 H yang akan dilaksanakan pada Minggu (29/3) guna mencegah penyebaran pandemik Virus Corona (Covid-19) di wilayah Kaltara.
Ustadz Ambo Intang menyebut meski telah menjadi budaya umat Islam Indonesia namun sebetulnya tidak ada keharusan umat Islam untuk menyelenggarakan acara untuk memperingati Isra Mi’raj. Terutama di keadaan genting virus corona saat ini.
“Saya mengingatkan kepada para penyelenggara acara akan keselamatan dan potensi transmisi virus corona di perkumpulan masa. Jika dipaksakan, kemungkinan mudarat penyelenggaraan akan jauh melebihi manfaatnya,” ungkap Ustadz Ambo, hari ini.
Menurutnya, meski para umat Islam tak dapat berkumpul bersama, namun kebutuhan rohani masih dapat diperoleh dengan mendengar ceramah di rumah masing-masing dengan menggunakan fasilitas teknologi.
“Jemaah Tarekat Khalwatiyah Samman yang berada di Kaltara mengajak kepada seluruh elemen masyarakat termasuk para ulama dan para pemuka agama lainnya untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam mengatasi musibah virus corona,” sebutnya.
Kata dia, dalam menghadapi virus corona dapat diamalkan dengan nilai ajaran shalat yang mengajarkan kesabaran dan kedisiplinan dalam melakukan kampanye dan edukasi masyarakat melalui kebiasaan hidup sehat. 
“Shalat melatih kita untuk sabar dan disiplin. Sabar dalam kampanye dan edukasi masyarakat akan virus corona dan disiplin melakukan social distancing agar menghambat penularan virus corona,” imbuhnya.
Ambo kembali mengatakan penundaan acara Isra Miraj ini turut dilatarbelakangi adanya Intruksi Presiden melalui pidato (15/3) tentang perkembangan penyakit Virus Corona (Covis-19) di Indonesia, Maklumat Kapolri (Mak/2/III/2020) tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covis-19) dan Surat Edaran serta Himbauan Gubernur Kaltara tentang Penghentian Sementara Kegiatan perkumpulan dalam rangka Mencegah Penyebaran Wabah Coronavirus Disease (Covid-19).
Ambo menilai ada banyak cara untuk memperingati Isra Mi’raj dan tidak harus dilakukan dalam bentuk seremonial semata. Namun kondisi saat ini juga menuntut komitmen semua pihak untuk sedapat mungkin menghindari kegiatan yang mengundang kerumunan massa.
“Salah satu hikmah Isra Mi’raj adalah perintah shalat lima waktu. Dan hikmah dari ibadah saalat adalah mencegah perbuatan keji dan mungkar. Mari tingkatkan kualitas salah kita agar berdampak pada kesalehan personal dan sosial,” tuntas Ambo.

Temukan juga kami di Google News.