JAKARTA – Studi Demokrasi Rakyat (SDR) menyebut skandal kasus korupsi Jiwasraya sangat Terstruktur, Sistematis dan Masif yakni skandal korupsi yang terbesar sepanjang perjalanan Negara Indonesia pasca reformasi.

Sebab, menurut Ketua SDR Hari Purwanto, skandal tersebut dilakukan dengan sangat rapi, sehingga masyarakat tidak tahu apa yang sedang dilakukan oleh oknum oknum yang menghabiskan uang nasabah serta uang negara (rakyat) melalui suntikan dana yang diajukan oleh jiwasraya.

“Jiwasraya mengalami pasang (dibidang pelaporan yang dipercantik sehingga bisa menarik minat nasabah yang ingin berinvestasi) dan surut (dalam kenyataannya). Sebab, sampai ada warga negara asing yang mengeluh dan menangis lantaran uangnya lenyap setelah investasi dijiwasraya,” ungkap Hari, hari ini.

Dikatakannya, skandal ini sangat buruk bagi kelangsungan hidup masyarakat yang seharusnya jiwasraya bisa memberi pelayanan terbaik bagi nasabah dan bisa menguntungkan bagi APBN, walhasil menguntungkan segelintir orang yang bermain serta berlindung dijubah jiwasraya.

“Skandal jiwasraya menjadi citra buruk untuk negara yang seharusnya memberi kepercayaan dan keamanan bagi investor asing. Oleh karenanya, kasus jiwasraya harus segera diusut sampai ke akar akarnya, jangan sampai hilang terbawa arus banjir yang sedang melanda,” ujarnya.

Dia mengingatkan bahwa masyarakat saat ini sedang menunggu aparat penegak hukum untuk menyelesaikan skandal jiwasraya dengan dorongan dari Anggota DPR RI yang harus segera buat pansus supaya tidak lenyap begitu saja. Sebab, Skandal Jiwasraya melebihi century dan e ktp.

Kondisi ekonomi yang tengah dilanda kelesuan ini, penyebab salah satunya adalah uangnya lenyap didalam jiwasraya yang seharusnya bisa menopang perputaran perekonomian masyarakat.

“Oleh karenya, seluruh elemen masyarakat harus antusias dengan skandal jiwasraya yang telah merusak tatanan sosial dan harus segera diungkap oknum oknum yang bermain, sehingga jangan sampai lenyap begitu saja,” pungkasnya.