JAKARTA – Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 ikut menyikapi pernyataan Koalisi Kawal Capim KPK yang mempertanyakan dan mencurigai tiga awak pansel capim KPK, memiliki konflik kepentingan dengan sejumlah nama dari institusi Polri yang masuk 20 calon yang lolos profile assessment.

Tiga nama yang dimaksud itu adalah Yenti Ganarsih, Hendardi, dan Indriyanto Seno Adji. Koalisi bahkan meminta Presiden Jokowi mencopot mereka.

Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 Anto Kusumayuda menilai statemen Koalisi Kawal Capim KPK tersebut lebih tendensius. Sebagai gambaran dibalik pernyataannya ada skenario kepentingan mereka tidak berjalan, sehingga melakukan serangan balik melempar isu opini ke publik seolah olah pansel tidak legitimate, dengan menuduh dan membully tiga orang pansel tidak punya integritas.

“Siapapun berhak dan punya hak yang sama menjadi pansel Capim KPK atau berhak menjadi Capim KPK, baik itu dari kalangan dosen, ASN, anggota Polri, Jaksa atau anggota TNI atau dari kalangan masyarakat umum, selama mengikuti proses seleksi yang dilakukan tim pansel yang telah diangkat dan ditentukan oleh Presiden RI,” tegas Anto, hari ini.

Lebih lanjut, Anto menghimbau kepada Koalisi Kawal Capim KPK agar tidak memonopoli kebenaran yakni merasa paling benar orang lain salah tidak punya integritas. Hasil pendalaman dan penelusurannya, bahwa salah satu tokoh Pansel Capim KPK, Hendardi adalah tokoh yang punya integritas, pejuang pergerakan tiga dasa warsa sampai lahirnya reformasi dengan tumbangnya rezim Soeharto.

“Bila dibanding dengan orang orang yang ada di Koalisi Capim KPK sangat jauh peran dan kiprahnya di banding Hendardi dalam pergerakan melahirkan perjuangan reformasi,” terang Anto.

Dikatakan dia, publik harus mengetahui dan mengkroscek orang atau lembaga lembaga yang hadir di Koalisi Kawal Capim KPK, mewakili kepentingan siapa ? Dari siapa atau lembaga mana, dalam negeri atau dari luar negeri dalam mendapatkan donatur keuangan dalam program agenda pemberantasan korupsi.

“Jangan sampai misi kawan kawan Koalisi Kawal Capim KPK dan lembaga lembaga yang tergabung didalamnya secara tidak sadar menjadi bagian intrumens kepentingan misterius untuk menjatuhkan lawan politiknya atau tengah menjalankan kepentingan konspirasi besar dunia untuk menguasai Indonesia,” tambah Anto.

Lebih jauh, Anto mengajak semua elemen menghormati proses seleksi Capim KPK yang sedang berjalan. Hargai Pansel Capim KPK yang telah diangkat Presiden serta hargai dan hormati juga ke 20 orang yang tengah mengikuti tahapan selesi Capim KPK siapapun orangnya.

“Pansel akan bekerja menghasilkan calon terbaik untuk Pimpinan KPK,” pungkasnya.