Jakarta – Pembina Yayasan Perguruan Islam Triguna Utama (YPITU) H. Nurdin Indris, Ketua Yayasan Nasrun Mahmud tim kuasa hukum dari Kantor Hukum Indonesia Muda, dan Ketua Umum Laskar Merah Putih H Adek Erfil Manurung menyerahkan berkas kelengkapan terkait kasus pemberian keterangan palsu ke dalam akta otentik ke penyidik Polda Metro Jaya.

Kasus tersebut tertuang dalam Laporan Polisi Nomor : LP/3576/VII/2018/PMJ/Dit.Reskrimum, Tanggal : 09 2018 dengan terlapor atasnama Prof Dr Dede Rosyada DKK. Adapun hal ini masih terkait dengan sengketa Lahan seluas 3.390 meter persegi di Lembaga Pendidikan Islam Triguna Utama di Komplek Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif  Hidayatullah, Ciputat, Tangsel.

“Hari ini kita diminta untuk menyerahkan kelengkapan data, kita datang untuk memenuhi supaya keadilan dan kebenaran ini bisa terang benderang terungkap secara jelas. Terlapor ini adalah oknum-oknum UIN yang telah melakukan kegiatan semena-mena untuk menyerobot yayasan dan aset-aset di Perguruan Islam Triguna Utama (YPITU),” kata Koordinator Kantor Hukum Indonesia Muda Hika Transisia AP, di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Sementara itu, Ketua Yayasan Nasrun Mahmud mengatakan kasus ini meski diproses hingga tuntas lantaran diduga ada tindak kriminal yang dilakukan oleh Oknum Oknum UIN dalam mengambil kesempatan momentum eksekusi, untuk menyerobot yayasan dan mengambil aset aset yayasan.

“terjadi Tindakan kriminal atau tindakan melawan hukum. Kriminalisasi yang dimaksud yaitu DR dan kelompoknya  yang nota bene para Intelektual, telah mengunakan  keterangan palsu, melakukan perampasan terhadap yayasan dan asset Yayasan, memblokir  rekening bank, dan sebagainya yang tujuannya mengambil alih yayasan dengan cara cara kriminal. Saya dibuat tidak berkutik karena ulah mereka,” tuturnya.

Diduga Melihat potensi bisnis dan aset yang ada dalam yayasan, oknum oknum uin tergoda sehingga nekat melakukan tindakan kriminal untuk membuat keterangan palsu seolah olah telah terjadi rapat dewan pembina yayasan mengganti kepengurusan yayasan yang sah, sambung Nasrun Mahmud, Ketua yayasan.

“Padahal rapat yang diklaim dewan pembina adalah fiktif karena saya selaku pembina yayasan tidak pernah melakukan rapat pembina yayasan, lalu pembina yayasan apa yang mereka maksud,” sambung Nurdin.

Ketua Yayasan YPITU, Nasrun Mahmud Juga melihat banyak sekali tindakan semena mena dalam proses pengambil alihan yayasan apabila melihat dari psejak proses eksekusi sampai dengan penguasaan yayasan oleh oknum oknum uin, pertama eksekusi dilakukan tanggal 28 Desember 2018, Eksekusi tersebut ditulis berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor : 1452K/Pid/1954 tanggal 30 November tahun 1994 tidak ada menunjukkan bahwa lokasi perguruan islam triguna utama adalah objek yang di eksekusi, kemudian dalam surat perintah eksekusi yang ditulis adalah gedung dan bangunan perguruan teiguna jaya, sementara gedung dan bangunan yayasan triguna jaya itu sdh tidak ada, karena dulu gedung triguna jaya adalah gedung kecil yang tidak bertingkat, sementara sekarang yang ada adalah gedung yayasan perguruan islam triguna utama, yang megah dan bertingkat, dan yang paling mencolok adalah yayasan dan aset aset yayasan tidak ada dalam amar putusan manapun bahkan tidak ada dalam surat perintah eksekusi juga diambil alih dan dikuasai

Ketua Yayasan YPITU, Nasrun Muhammad juga menegaskan saat ini oknum Uin menerima mengambil dan memanfaatkan uang sekolah tanpa hak, tanpa dasar legal yang jelas. Untuk itu, kasus ini meski dituntaskan oleh aparat Polda Metro Jaya.

“Bagaimana mungkin yang bersengketa adalah bangunan, yang menjadi objek eksekusi oleh Jaksa adalah bangunan tapi mereka memanfaatkan kesempatan eksekusi itu untuk menguasai seluruh aset yayasan yang sama sekali tidak pernah dibahas dalam perkara apapun, yg berperkara bangunan tapi kenapa uang sekolah siswa di curi,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Laskar Merah Putih H Adek erfil Manurung,
mengatakan pihaknya bakal terus mengawal kasus ini hingga tuntas karena pihaknya melihat adanya ketidak adilan dalam penuntasan kasus ini.

“Kami dari Laskar Merah Putih akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas karena kami melihat ada ketidak adilan yang dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan UIN ini harus kami klarifikasi bahwa antara UIN dan yayasan yang dibentuk oleh Pak Nurdin tidak ada kaitan,” tutupnya.