JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntutan kasus penganiayaan terhadap wanita lansia bernama Kon Siw Lie (67) dengan terdakwa Sunny Suharli (69) dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat Kamis (16/5/2019).

Dalam tuntutannya, JPU memberikan hukuman kurungan penjara kepada terdakwa selama dua bulan. Padahal, terdakwa dijerat dengan pasal 351 KUHP dimana ancamannya 2 tahun 8 bulan kurungan penjara.

“Kami tuntut terdakwa dengan kurungan penjara dua bulan,” kata JPU Rumata Rosininta Sianya dalam sidang Kamis (16/5/2019).

Alasan yang meringankan, usia terdakwa saat ini sudah memasuki 69 tahun, terdakwa bersikap baik selama persidangan dan terdakwa belum pernah melakukan tindak kejahatan atau kriminal lain.

“Itu tuntutan yang kami ajukan. Terimakasih,” tegas dia.

Sementar itu, Kon Siw Lie merasa keberatan dengan tuntutan yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang memberikan hukuman kepada Sunny Suharli begitu ringan. Sebab, kata dia dari tuntutan itu akan dipotong masa tahanan.

“Terus berapa lama dia jalani kurungan penjara? Sebulan doang dong?,” kata dia saat dikonfirmasi.

Wanita lanjut usia ini pun merasa ketidakadilan karena hukuman yang diberikan kepada penganiaya dirinya tak sebanding dengan luka yang dirasakan selama beberapa pekan.

Selain itu, Sunny juga masih berbohong kepada Majelis Hakim terkait pernyataan sidang sebelumnya yang tidak mengakui perbuatannya memukul. Ini pun bisa menjadi bahan pertimbangan Hakim kalau sikap Sunny dalam persidangan tidak berkata jujur dan patut divonis sesuai pasal 351 KUHP dengan kurungan penjara 2 tahun 8 bulan.

“JPU berikan tuntutan 2 bulan atas dasar apa?. Ini tidak adil, hukuman tidak sesuai dengan perbuatan yang dilakukan ke saya. Kami meminta keadilan supaya Majelis Hakim vonis kurungan penjara terhadap Sunny 2 tahun 8 bulan,” pungka dia.